Larangan Miras Gubernur Papua Perlu Disikapi SKPD

Tokoh Pemuda Yahukimo, Titus Lao Mohi, M.Si, (LintasPapua.com)
Tokoh Pemuda Yahukimo, Titus Lao Mohi, M.Si, (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  – Tokoh Pemuda Yahukimo, Titus Lao Mohi, M.Si, mengatakan tiap jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) perlu  memberikan respon dan menyikapi bersama atas larangan Gubernur Papua, Lukas Enembe, tentang penjualan minuman keras, sehingga dapat menyelamatkan Generasi Papua.

”Kebijakan tentang pelarangan penjualan Miras di tanah ini oleh Gubernur Papua merupakan sebuah kebijakan yang memproteksi Orang Asli Papua dari kepunahan, sehingga harus disikapi baik,” ujar Tokoh Pemuda Yahukimo, Titus Lao Mohi, M.Si, kepada LintasPapua.com, di Abepura, Sabtu (2/9).

Ditakatakan,  hampir setiap hari orang asli papua meninggal di jalan-jalan akibat dari miras itu, tetapi kebijakan yang sangat luar biasa ini tidak direspon cepat oleh instansi terkait merupakan pertanyaan bagi kami generasi penerus Papua.

 

“Banyaknya alasan kebijakan pelarangan Miras berdampak kepada Pendapatan asli daerah (PAD), merupakan sebuah kekeliruan besar karena banyak potensi daerah yang bisa diandalkan untuk mendongkrak PAD,” ucapnya.

Dirinya menilai, banyak sumber-sumber PAD yang bisa optimalkan untuk menutupi kebocoran PAD dari penjualan minuman beralkohol ini tetapi kebijakan ini juga direspon secara beragam.

“Kami berikan apreasi kepada bupati-bupati yang respon kebijakan Gubernur ini dengan eksekusi langsung di lapangan merupakan pemimpin yang sayang kepada rakyatnya,” akuinya.

Dirinya berpesan, perlu ada kesadaran  secara baik akibat Miras telah membunuh ribuan orang Papua sejak beberapa dekade hingga sampai saat ini, dengan demikian telah mengurangi jumlah penduduk asli Papua di tanah ini.

“Dari pergantian Gubernur ke Gubernur belum melihat hal ini, tetapi di masa kepemimpinan Lukas Enembe barulah tahu pintu hilangnya orang asli Papua, sehingga Gubernur mengeluarkan sebuah kebijakan Pelarangan Miras. Ini kebijakan yang bijaksana untuk kepentingan kemanusiaan, yang harus kita dukung.” ajaknya.

Pihaknya juga menyayangkan, peredaran Miras secara bebas di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Jalur masuk Miras kesana melalui apa tetapi bisa kita jumpa banyak orang mabuk di jalan-jalan. Kami pikir ini menjadi PR bersama juga bagi aparat. Memang jalur utama di bagian gunung hanya melalui transportasi udara, ya sebaiknya pengawasan di kawasan Bandara harus diperketat. Jika hal itu dilakukan maka dengan sendirinya mengurangi angka kriminalitas daerah. Secara tidak langsung mengurangi masalah-masalah di daerah,” demikian harapannya. (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...