Lapas Abepura dan Wamena Dapat Blok Tahanan

Category: Lintas Papua 17 0
Sekretaris Dirjen Lapas Kementrian Hukum dan HAM RI, Sri Puguh Utami (LintasPapua.com)
Sekretaris Dirjen Lapas Kementrian Hukum dan HAM RI, Sri Puguh Utami (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  –  Sekretaris Dirjen Lapas Kementrian Hukum dan HAM RI, Sri Puguh Utami mengatakan, jika dua lapas yang akan mendapatkan penambahan blok tahanan tersebut adalah Lapas klas II A Abepura dan Lapas Klas II B Wamena.

Hal ini disampaikan Sri Puguh Utami, sekaligus menjelaskan, bahwa adanya kapasitas yang lebih, sehingga Dua Lembaga Pemasyarakatan di Provinsi Papua akan mendapatkan penambahan blok tahanan.

 

“Di Lapas Abepura dan Lapas Wamena akan ada penambahan Blok tahanan, ini dilakukan untuk upaya peningkatkan kapasitas dan kwalitas baik itu kepada Napi maupun tahanan,” katanya, di kantor Perwakilan Kemenkumham Provinsi Papua, Jumat (2/9/2016).

Dikatakan, untuk merealisasikan penambahan dua blok tahanan tersebut, ungkap Sri, anggaran yang telah disusulkan sebesar 52 Milyar.

“Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan penambahan blok, dan perbaikan blok hunian, dan ini kita harapkan kedepan tidak ada lagi over isi tahanan,” ungkapnya.

Dari catatan yang dihimpun, kedua lembaga pemasyarakatan tersebut, adalah lembaga pemasyarakatan dengan kasus kaburnya napi maupun tahanan terbanyak di Papua.

Baca Juga :  Kapolri Diminta Bentuk Tim Investigasi Korupsi 42 Miliar di Papua

Kasus terbaru, untuk Lapas klas IIA Abepura, pada 8 Januari lalu, 13 Narapidana berhasil kabur, dari Lapas, sementara untuk Lapas kelas IIB Wamena, pada 9 April lalu, dua orang narapidana juga berhasil kabur.

Suasana Dalam Lapas Klas I1A Abepura (kabarpapua.co)
Suasana Dalam Lapas Klas I1A Abepura (kabarpapua.co)

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham Kanwil Papua, Dra. Sarlota Merahabia, Bc. IP, SH, MH, mengatakan, sudah saatnya harus ada pemisahan antara ruang tahanan dan ruang narapidana dalam sebuah penjara.

“Memang selama ini masih di gabung dan perlu pemisahan  antara status tahanan dan status naraidana, termasuk juga untuk wanita dan anak,” ujar Sarlota Merahabia, di Abepura, Selasa (30/8).

Dikatakan, termasuk juga untuk Lapas Narkotika di Doyo Baru sudah saatnya ada pemisahan antara tahanan dan narapidana, sehingga tidak tergabung, karena melihat kapasitas dan daya tampung terbatas. (Dhoto)

Related Articles