Tiga Perempuan Asli Papua Lolos Penelitian Internasional

Category: Lintas Papua 11 0
Mariana E. Buiney dan Melyana R. Pugu, foto bersama dalam sebuah kesempatan di Skyland (LintasPapua.com)
Mariana E. Buiney dan Melyana R. Pugu, foto bersama dalam sebuah kesempatan di Skyland (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)Tiga Perempuan Papua dinyatakan lolos dalam Penelitian Internasional dari Pacific Research Colloquium (PRC), masing – masing Melyana Ratana Pugu, Elvira Rumkabu dan Mariana Buiney, semuanya sebagai pengajar dari Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih.

Adapun ketiga peneliti tersebut, masing – masing dengan tulisannya adalah Melaya Ratana Pugu dengan “Model of Indonesia-PNG Border Area Management of Keerom Distric”, Mariana Buiney dengan “The Impacts of Trans-Border Crime on the Human Security of the People of Skouw and Adjoining Border Areas between the Republic of Indonesia and Papua New Guinea” dan Elvira Rumkabu dengan tulisan “Special Autonomy and Oppositional Dichotomies of ‘Komin’-‘Amber’ Identity in Papua Province”

“Untuk tahun 2016 kami bertiga semuanya perempuan Papua lolos dalamseleksi penelitian internasional yang diadakan dari Australia University, yang mana ada ribuan proposal penelitian yang masuk, namun kami bisa lolos dalam seleksi,” ujar Staf Pengajar Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Melyana R. Pugu, di Waena, Kamis (24/3).

Baca Juga :  H - 4, Kesiapan Green Youtefa Performing Art Dimantapkan

Dikatakan, kegiatan yang biasanya dilakukan di wilayah Pasifik Selatan atau lebih luas wilayah Pasifik termasuk New Zealand.

“Dari ribuan yang masuk, terpilih 20 orang dan mengikuti presentase di Australia University dan didalamnya melakukan penelitian metode baru, selain yang dipelajari selama ini,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini mempererat hubungan baik dengan pasifik termasuk Australia dan New Zealand,sebab dalam forum ini ada teman – teman peneliti dari negara lain se wilayah pasifik.

“Untuk nominasi terbaik dari  kami bertiga, Elvira Rumkabu terpilih dengan tulisannya idetitas orang asli Papua atau Special Autonomy and Oppositional Dichotomies of ‘Komin’-‘Amber’ Identity in Papua Province, yang akan masuk dalam Forum Internasional peneliti yang siap dipresentsekan pada bulan April 2016 di Australia,” ungkapnya.

Dijelaskan,  tjuan utama dari RRC adalah untuk membantu Anda mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu yang berkaitan dengan, dan keterampilan terlibat dalam, melakukan penelitian ilmu sosial dalam khusus keadaan wilayah Pasifik Kepulauan (termasuk Timor-Leste dan Papua).

Baca Juga :  John Wempi Wetipo Jalani Fit dan Proper Test di PKPI

“PRC menyatukan ‘awal peneliti karir Pacific’
untuk bekerja dengan akademisi berpengalaman yang mengkhususkan diri dalam pelaksanaan penelitian ilmu sosial di wilayah tersebut,” ungkap Melaya Pugu.  (Eveerth Joumilena)

 

Related Articles