AJI Sikapi Oknum Aparat Bersikap Arogan di RRI Wamena

Ilustrasi Aparat Kepolisian Saat menjaga keamanan (LintasPapua.com)
Ilustrasi Aparat Kepolisian Saat menjaga keamanan (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura kembali menemukan adanya permasalahan terkait penegakan kebebasan pers di tanah Papua, yakni Pada Jumat (26/8/2016) kemarin sekitar pukul 16.16 WIT, salah seorang oknum polisi berinisial DT dengan pangkat Bripda bersama seorang temannya yang berpakaian preman tiba-tiba memasuki ruangan digelarnya kegiatan dialog interaktif RRI Wamena yang menyiarkan Program Sang Inspirator.

Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Advokasi AJI Jayapura, Fabio Costa, sekaligus menjelaskan,  dari informasi yang diterima bahwa Penyiar RRI bernama Ilham Aditjori yang membawakan program tersebut dengan menghadirkan tiga narasumber dari organisasi Forum Masyarakat Jayawijaya dan Sepegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) serta Yayasan Teratai Hati Papua.

Adapun tiga narasumber yang dihadirkan dalam dialog itu adalah Ketua FMJ-PTP Mully Wetipo, Sekretaris FMJ-PTP Yance Itlay, dan Ence Geong selaku fasilitator Yayasan Teratai Hati Papua.

Dikatakan, Dialog ini membiacarakan tentang peranan advokasi dari FMJ-PTP Yayasan Teratai Hati Papua terkait sejumlah masalah sosial di Jayawijaya. Misalnya tingginya harga BBM di Jayawijaya.

Fabio menceritakan, ketika dialog sementara berlangsung, tiba-tiba masuklah DT bersama temannya ke dalam ruangan. Salah satu oknum dengan menggunakan seragam polisi berinisial DT berdiri di belakang ketiga narasumber. Sementara salah seorang temannya yang menggunakan pakaian preman langsung memotret para narasumber. Para narasumber dan penyiar kaget dengan kedatangan dua orang itu.

Kemudian kedua oknum tersebut sempat berada di tempat digelarnya dialog interaktif sekitar lima menit. Mereka pun keluar tanpa berbicara apapun dengan narasumber dan penyiar.

“AJI Jayapura telah mengumpulkan bukti foto dan hasil wawancara dengan ketiga narasumber ini. Selain itu, Aji Jayapura juga meminta konfirmasi dari Kepala RRI Wamena Anwar Imran. Menurut Anwar, biasanya anggota TNI atau polri mendokumentasikan kegiatan dialog RRI ketika petinggi di dua institusi itu yang menjadi narasumbernya,” tuturnya menceritakan,

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Eveerth Joumilena meminta, agar Dewan Pers menindaklanjuti adanya dugaan masuknya oknum anggota polisi dalam ruangan pelaksanaan dialog interaktif antara penyiar RRI dengan ketiga narasumber.

“Pasal I Huruf Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan pers Indonesia berbunyi “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”.  Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers,” jelasnya.

AJI Jayapura juga meminta Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Reba segera menyelidiki terkait adanya oknum polisi yang diduga  memasuki tempat pelaksaan dialog RRI Wamena tanpa ijin. (***)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...