Inggris Berikan Beasiswa Chevening Untuk Warga Papua

Category: Lintas Papua 17 0
Koordinator Alumni dan Beasiswa, Rowena Rompas, dengan latar peserta saat mengikuti sosialisasi di Uncen Abepura, Rabu (24/08/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Koordinator Alumni dan Beasiswa, Rowena Rompas, dengan latar peserta saat mengikuti sosialisasi di Uncen Abepura, Rabu (24/08/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LP)  – Tim beasiswa Chevening dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta berkunjung ke Papua dan Papua Barat untuk memperkenalkan program beasiswa ini bagi masyarakat Papua

“Hari ini kita memberikan presentasi dan worshop di Universitas Cenderawasih dan rencana tanggal 26  Agustus 2016 di Manokwari Papua Barat,” ujar  Koordinator Alumni dan Beasiswa, Rowena Rompas, kepada LintasPapua.com, di Kampus Uncen Abepura, , Rabu (24/8).

Dikatakan, pihaknya dalam mensosiali Beasiswa Chevening dari Pemerintahan Inggris, juga akan melakukan dialog dan wawancara melalui radio dan melakukan dialog dan berkunjung ke agen pendidikan dan pelatihan setempat.

“Pendaftaran beasiswa chevening dibuka pada 8 Agustus – 8 November 2016 melalui situs www.chevening.org/apply ,” ungkapnya.

Perempuan Asal Minahasa Selatan Sulawesi Utara ini menambahkan, bahwa target yang ingin dicapai adalah dapat memberikan informasi kepada siapapun untuk mengikiuti program beasiswa  ini.

“Lebih banyak orang mengetahui lebih bagus, sebab dalam moment ini kami memberikan penjelasan bagaimana mengaplikasi semua yang diminta,” katanya.

Disampaikan, Tim Beasiswa Chevening Kedutaan Besar Inggris Jakarta  berkunjung ke Papua dan Papua Barat untuk memperkenalkan Beasiswa yang didanai oleh Pemerintah Inggris ini kepada masyarakat Papua.

Tim bersama dengan Alumni Chevening akan mengadakan Workshop “Cara Mendaftar Beasiswa Chevening” pada: Rabu, 24 Agustus 2016 Pukul 09.00-12.00 WIT Universitas Cendrawasih (Ruang Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Lt. 2).

“Selanjutnnya  Jumat, 26 Agustus 2016 Pukul 09.00-12.00 WIT Universitas Papua (Auditorium UPT Bahasa  Lantai 2), intinya beasiswa i ni untuk semua kalangan.

Baca Juga :  Basis Massa Terbanyak Buat Yanni Maju Bupati Jayapura

Sementara itu, Alumni Beasiswa Chevening, Andre Wally menuturkan, bahwa yang utama juga harus bisa menguasasi bahasa Inggris dan untuk bisa memiliki nilai yang baik.

“Saya mendapatkan pengalaman ini tahun 2009 /2010, dan in memberikan pengetahuan, karen saat itu saya mengambil terapan bidang teknologi,”  tutur Andre Wally, Pria Asal Sentani ini,  yang juga Dosen FKIP Universitas Cenderawasih, yang kini ambil S3 di Florida University.

 

Andri Robert Wally, Alumni Beasiswa Chevening 2009/2010, kini S3 di Florida University Amerika Serikat (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Andri Robert Wally, Alumni Beasiswa Chevening 2009/2010, kini S3 di Florida University Amerika Serikat (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

Sekilas, Pendaftaran beasiswa Chevening resmi dibuka secara online di Indonesia sampai Selasa, 8 November 2016 nanti. Jika Anda berniat melanjutkan kuliah S-2 di Inggris lewat jalur beasiswa, Chevening bisa jadi salah satu pilihan.

Beasiswa dari Pemerintah Inggris ini menawarkan biaya kuliah hingga 18.000 poundsterling atau setara Rp 300 juta dalam kurs terkini. Biaya hidup, pengajuan visa, tiket pesawat, biaya tesis, uang saku saat tiba di Inggris, sampai dana perjalanan untuk menghadiri acara Chevening di Inggris ditanggung beasiswa.

Pelamar merupakan warga negara Indonesia yang telah mengantongi ijazah S-1. Selain itu, pelamar diharuskan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun. Bukan hanya pekerjaan “bergaji”, magang atau menjadi sukarelawan juga diakui sebagai pengalaman kerja. Periode dua tahun bekerja tidak dihitung dari satu jenis pekerjaan pula. Yang dihitung adalah jumlah jam kerja. Dua tahun setara dengan 2.800 jam bekerja.
Bukti kemampuan bahasa Inggris Perlu diperhatikan, Chevening hanya menerima hasil tes Academic IELTS, Pearson PTE Academic, TOEFL iBT, Cambridge English: Advanced (CEA), atau Trinity ISE II (B2).

Baca Juga :  Stand Kwarda Papua Jadi Incaran Pengunjung

Bukan hanya nilai akhir yang jadi pertimbangan. Tiap sub-tes pada masing-masing jenis tes di atas memiliki minimum skor. Contoh, total skor Academic IELTS adalah 6,5. Namun masing-masing subtes wajib mencapai nilai paling kecil 5,5. Selamat Mencoba.

 

Sebelumnya, Terkait Pemerintah Inggris menyiapkan program beasiswa Chevening bagi pelajar terbaik Papua guna membantu Bumi Cenderawasih mencapai potensi terbaiknya.

Suasana saat sejumlah mahasiswa dan dosen Uncen saat mendengar sosialisasi (LintasPapua.com)
Suasana saat sejumlah mahasiswa dan dosen Uncen saat mendengar sosialisasi (LintasPapua.com)

Duta Besar Inggris untuk Indonesia,  Moazzam Malik mengatakan, Chevening adalah program beasiswa Pemerintah Inggris di seluruh dunia yang dibiayai Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris (FCO) dan mitra organisasi lainnya. “Indonesia adalah negara penerima beasiswa terbesar ke empat di dunia di mana sekitar 70 beasiswa tersedia bagi masyarakat Indonesia,” kata Malik di sini, Rabu.

Menurut Moazzam, Chevening menawarkan kesempatan untuk pemimpin masa depan dan pengambil keputusan dari seluruh dunia dengan mengembangkan bidang akademis secara profesional.

Moazzam Malik mengunjungi Provinsi Papua untuk menemui para pejabat pemerintahan dan beberapa universitas.
“Senang bisa melakukan kunjungan saya yang ke dua ke wilayah ini sejak menjabat sebagai Duta Besar,” ujar Malik. (Eveerth Joumilena)

Related Articles