Nabire Canangkan Gerakan Tanam Padi Serempak

Gerakan Penanaman Padi Serentak di lokasi persawahan Kampung Wanggar Sari, Kabupaten Nabire, Sabtu (20/8/2016)
Gerakan Penanaman Padi Serentak di lokasi persawahan Kampung Wanggar Sari, Kabupaten Nabire, Sabtu (20/8/2016)

JAYAPURA (LP)  –  Dalam rangka membantu program Pemerintah mensukseskan upaya khusus Swasembada Pangan Tahun 2016, Kodim 1705/Paniai, bersama Dinas Pertanian dan kelompok Tani melaksanakan Penanaman Padi Serentak di lokasi persawahan Kampung Wanggar Sari, Kabupaten Nabire, Sabtu (20/8/2016)

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Viktor.SP.M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan penanaman padi serentak pada hari itu merupakan bagian dari upaya khusus pencapaian Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai yang telah dicanangkan Pemerintah dalam rangka menjamin ketahanan dan kemandirian pangan khususnya di Kabupaten Nabire.

 

“Perlu kita ketahui bahwa luas lahan pertanian untuk pengembangan komoditas tanaman pangan dan holtikultura di Kota Nabire yang di bantu dan di awasi oleh TNI-AD dalam hal ini Kodim 1705/Paniai melalui Para Babinsa dan Denzipur 12/OHH dengan perbantuan alat dan personelnya,” ujar Yasor Viktor.SP.M.Si.

 

Dijelaskan, bahwa keseluruhan target luas tanam musim tanam 2016/2017 yakni 5.974 Ha yang mana sampai dengan Juli 2016 telah mencapai targaet 1,127 Ha.

Intensifikasi Jarwo (Jajar Legowo) 1.600 Ha jaringan irigasi 450 Ha realisasi 75 % Ha, Peral Sawah seluas 1000 Ha terealisasi 966.25 Ha, tertanam 229 Ha, pencapaian peningkatan produksi beras  dengan berupaya melakukan beberapa langkah diantaranya memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa Hand Traktor, pompa air, unit traktor roda 4 dan mesin tanam padi.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim. S.IP, MM.,  mengatakan, bahwa  pertanian adalah bagian integral dari pembangunan ekonomi daerah secara utuh.

“Perkembanganya dipengaruhi oleh kinerja sektor-sektor perekonomian lainnya dan sebaliknya kinerja pertanian juga mempengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Wakil Bupati, strategi pembangunan daerah secara keseluruhan memiliki keterkaitan yang erat dengan pertanian pada saat ini dihadapkan kepada fakta adanya alih fungsi lahan pertanian.

‘Khususnya sawah, setiap tahun dikonversi untuk kebutuhan pemukiman, industri dan lain-lain. Di daerah-daerah sentra produksi pangan Nasioanal seperti pulau Jawa, hal ini menjadi ancaman serius terhadap produksi pangan Nasional terutama daerah penerima beras sehingga itu semua merupakan sinyal kepada kita agar membangun ketahanan pangan dengan sungguh-sungguh,” tandasnya.

Turut hadir Wakil Bupati Kab Nabire, Amirullah Hasyim. Sip.MM, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Samuel Sawi, Profesor Risfaheri, Asisten II Ir Sukardi, Unsur Forkompida, Kepala Dinas Pertanian Nabire, Yasor Viktor Sawo, SP, M.Si,,  Pasi Intel Kodim 1705/Paniai Kapten Inf Abu Bakar mewakili Dandim 1705/Paniai, Pasiter Kodim 1705/Paniai Kapten Inf Eko Sulistiono, kelompok Tani (***)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...