Gubernur Papua Ajak Parpol Bangun Pendidikan Politik

Category: Lintas Papua 11 0
Kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik bagi Partai Politik dan Komponen Masyarakat di Kota Jayapura, di Aula Lantai 7 Grand Abe Hotel, Jumat (19/08/2016) (LintasPapua.com)
Kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik bagi Partai Politik dan Komponen Masyarakat di Kota Jayapura, di Aula Lantai 7 Grand Abe Hotel, Jumat (19/08/2016) (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  –  Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., mengatakan Partai Politik harus dapat membangun sebuah pendidikan politik bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Provinsi Papua, Musa Isir, saat menutup Kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik bagi Partai Politik dan Komponen Masyarakat di Kota Jayapura, di Aula Lantai 7 Grand Abe Hotel, Jumat (19/8).

“Sistem demokrasi Indonesia telah menjamin artinya pemenuhan hak – hak rakyat Indonesia bebas untuk berafiliasi untuk membentuk partai politik, sesuai koridor hukum yang berlaku, hal ini tentunya harus bisa berikan manfaat, demikian Parpol harus memberikan dampak juga,” ujar Musa Isir, saat membaca sambutan Gubernur Papua.

Disampaikan, bahwa banyak hal penting  yang bisa diselesaikan bersama dan bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, terutama dalam membangun pendidikan politik dan budaya serta etika politik.

“Tahun 2016 adalah tahun politik dan esensinya pada Februari 2017 akan berlangsung Pemilukada Serentak, sehingga diharapkan  Partai Politik menjadi poilar masyarakat yang moderat dan dinamis, dalam hal ini tingkatkan dan kuatkan kelembagaan Parpol sebagai sufratruktur politik melalui konsolidasi dan rekruitmen sesuai karakter idealis partai masing – masing,” ungkapnya.

Baca Juga :  Demo Miras Berlanjut, DPRP DIminta Bentuk Pansus

Dirinya berpesan, Partai Politik juga mempunyai peran dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman dalam kebidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu,  Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura, Everth Nicolas Meraudje mengatakan, bahwa Kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik bagi Partai Politik dan Komponen Masyarakat di Kota Jayapura, agar pimpinan partai politik dan komponen masyarakat dapat memahami peran membangun pendidikan politik.

“Kegiatan kami libatkan semua pihak, sehingga ada materi yang KPU dan Polda Papua terkait tahapan dan larangan menyampaikan pendapat dimuka umum,” katanya.

Suasana peserta yang mengikuti kegiatan (LintasPapua.com)
Suasana peserta yang mengikuti kegiatan (LintasPapua.com)

Sementara itu  Ketua Panitia, Enos Naa, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut dihadiri 70 orang, sehingga diharapkan materi yang diterima bisa disosialisasikan kepada mayarakat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Rudolf Patrige membawakan materi tentang persyaratan untuk berkampanye dan menyampaikan pendapat dimuka umum, yang intinya tidak melarang siapa saja, namun harus mengikuti aturan dan tandas larangan yang harus dipatuhi.

Dalam hal ini, Kabid Humas Polda  banyak mengulas Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemberitahuan dan Penerbitan Surat Tanda Terma Pemberitahuan Kampanye Pemilihan Umum.

Baca Juga :  Menteri Perhubungan Dukung  Pembangunan Terminal Entrop Senilai Rp. 30 Miliar

Acara berakhir dengan ramah tamah, setelah dijalani selama dua hari dari tanggal 18 – 19 Agustus 2016 di Aula Grand Abe Hotel di Abepura.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles