Aksi Demo KNPB Dikawal Aparat Kepolisian

Category: Lintas Papua 7 0
Aksi Massa KNPB di Lingkaran Abepura, Senin (15/8/2016 (LintasPapua.com)
Aksi Massa KNPB di Lingkaran Abepura, Senin (15/8/2016 (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  –  Aksi Demo Massa  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang memadati ruas jalan utama Sentani-Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari aparat kepolisian, sehingga tidak membuat kemancetan arus lalu – lintas,  Senin (15/8).

Pantauan di lapangan para pendemo itu datang dari berbagai tempat di Jayapura, seperti dari Kelurahan Waena dan Yabansai, Distrik Heram dan dari Kelurahan Awiyo, Kota Baru, serta Waimohrock Distrik Abepura.
Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua, empat bahkan ada yang berjalan kaki dan sambil meneriakkan yel-yel merdeka.

Bahkan ada yang memegang spanduk atau pamflet bertuliskan West Papua.
Kini, para pendemo itu berkumpul di Lingkaran Abepura, sekitar 5-10 meter dari Markas Polsek Abepura yang bersebelahan dengan Kantor Distrik Abepura.

 
Nampak, aparat kepolisian dari Polsek Abepura dan Polres Jayapura Kota dibantu Sabhara dan Brimobda Polda Papua mengatur kelancaran arus lalu lintas yang mulai terlihat macet, karena aksi pendemo yang mulai memakai badan jalan.

 
“Demo ini perlu pengawalan aparat, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diduga,” kata Jein, warga Abepura ketika ditemui Antara.
Sebelumnya, pagi sekitar pukul 10.10 WIT di Jalan SPG arah Perumnas I Kelurahan Yabansai tepat didepan Asrama Mimika, sekelompok massa membakar ban bekas mobil di badan jalan, sehingga membuat macet lalu lintas dari dan ke Perumnas III Waena tembus jalan alternatif kearah kantor Balai Kota Jayapura.

Baca Juga :  Disdikbud Kota Jayapura : Penerimaan Siswa Baru Tidak Dipunggut Biaya
Massa Aksi KNPB saat dikawal Aparat Kepolisian, Agar Tidak Mengganggu Kemancetan. (LintasPapua.com)
Massa Aksi KNPB saat dikawal Aparat Kepolisian, Agar Tidak Mengganggu Kemancetan. (LintasPapua.com)

Dilaporkan, Ruas jalan Abepura-Waena, Kota Jayapura, Senin sore, tepatnya dari depan Kampus Uncen bawah hingga depan Kantor Kanwil Pos Papua dan Papua Barat dan dari Jalan Gerilyawan kearah Waena macet,karena aksi demo dari kelompok massa yang menamakan diri Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

 
Pantauan di lapangan, massa KNPB yang berdemo sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIT, akhirnya memilih menduduki ruas badan jalan Lingkaran Abepura setelah sebelumnya tidak dizinkan kearah pusat Kota Jayapura oleh aparat keamanan.

 
Massa yang datang dari berbagai kelurahan di Distrik Heram dan Abepura Kota Jayapura itu, semulanya sempat berjalan kaki sampai depan Mall Ramayana, Kotaraja, tak jauh dari Markas Brimob Polda Papua, namun dihalau dan diimbau untuk kembali kearah Abepura.

 
“Jadi, para pendemo minta diberi kesempatan untuk membacakan tuntutan dan memberikan aspirasi itu kepada wakil rakyat DPR Papua,” kata Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Markas Polsek Abepura.

“Mereka minta selama 30 menit, setelah itu berjanji akan membubarkan diri secara baik-baik. Namun, jika pernyataan itu tidak diindahkan, maka maka, polisi akan mengambil tindakan tegas yang terukur,” sambungnya.
Guna mengamankan aksi demo yang menyuarakan yel-yel merdeka itu, mantan Kapolda Papua Barat itu menyebutkan sebanyak 300 personil dari Polres Jayapura Kota, Sbhara dan Brimob Polda Papua.

Baca Juga :  HIPMAS Dukung Kebijakan Presiden Jokowi Bangun Infrastruktur Papua

 

Sebelumnya, diketahui Aksi KNPB terkait  menolak  Perjanjian New York 15 Agustus 1962  dan Tuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri.,  demikian yang disampaiakan Juru Bicara KNPB, Bazoka Logo, sekaligus dirinya menjelaskan, bahwa akar peroalan di Papua Bukan persoalan pembangunan, bukan persoalan kesejahtraan dan kemiskinan tetapi, akar persoalan Papua adalah Perjanjian New York agreement 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa melibatkan orang Papua sebagai subyek.

“Pemerintah Indonesia mau selesaikan pelanggaran HAM di Papua berarti terlebih dahulu menyelesaikan Hak Politik orang Papua yang dilanggar melalui Pejanjanian New York Agreemen 1962,” katanya. (***)

Related Articles