Pemuda Papua Diajak Siap Hadapi Tantangan MEA

Kegiatan Senimar Sehari dengan Pemateri Marinus Yaung (kanan), Moderator, Saneraro Wamaer (tengah) dan Piter Gusbager (kiri) (LintasPapua.com)
Kegiatan Senimar Sehari dengan Pemateri Marinus Yaung (kanan), Moderator, Saneraro Wamaer (tengah) dan Piter Gusbager (kiri) (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  –  Mahasiswa dan Pemuda  di Tanah Papua diajak untuk siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Pasifik Selatan, serta konflik yang disebabkan adanya perebutan sumber energi di kedua kawasan ini.

 

Hal Ini disampaikan Pengurus Inti GEMAPI Papua,  Lopez  Waromi, sekaligus menjelaskan, bahwa Seminar Sehari, dengan Thema : “Reposisi Peran Mahasiswa dan Pemuda Dalam Mempertegas Posisi Indonesia di Pasifik Selatan”.

“Kegiatan ini merupakan wujud peran serta kami (Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia) dalam menyongsong HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71,” ujar Lopez Waromi, saat membacakan sambutan di aula Grand Abe Hotel, di Abepura, Kamis (11/8).

 

Dikatakan, bahwa  isu krusial yang menjadi perhatian oleh semua elemen bangsa diantaranya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Pasifik Selatan.

“Serta konflik yang disebabkan adanya perebutan sumber energi di kedua kawasan ini. Hal tersebut berpotensi mempengaruhi peningkatan pembangunan yang saat ini sedang diupayakan,” tuturnya.

Diriya menilai, dengan melihat tantangan yang ada dan dengan semangat motivasi 17 Agustus 1945, mari kita jadikan manusia Indonesia yang bermoral, memiliki rasa tanggungjawab, menjaga persatuan dan kesatuan.

“Serta melanjutkan pembangunan menuju peningkatan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan global,” kata Lopez Waromi.

Sementara itu, Pembicara Materi Dalam Seminar Sehari adalah Piter Gusbager dari Keerom dan Marinus Yaung dari Akademisi Universitas Cenderawasih, dengan moderator Saneraro Wamaer.

Adapun dalam diskusi berlangsung alot, dengan beragam pertanyaan, salah satunya, Dari GEMAPI Papua, Ludia Molle menanyakan, bagaimana membuat Pemuda unutuk tetap satu dengan semangat kemerdekaan, sementara ada perbedaan yang masih terjadi.

Suasana Seminar Sehari yang diselenggarakan GEMAPI Papua
Suasana Seminar Sehari yang diselenggarakan GEMAPI Papua

Menanggaapi hal ini, Piter Gusbaager menjawab, bahwa Nasionalisme Papua adalah Indonesia  dan soal perbedaan adalah masalah konsep kita memandang, karena hingga kini kita hidup dan berkarya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jelas dan tegas bahwa Papua adalah Indonesia dan inilah nasionalisme kita saat ini, demikian kita juga harus bisa menghargai setiap suku bangsa manapun yang ada di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Marinus Yaung lebih banyak menekankan pentingnya pemuda dan mahasiswa saat ini adalah belajar untuk siap menghadapi berbagai tantangan dan tetap menghargaai keberagaman yang ada.

“Generasi muda Papua saat ini  harus bisa dan siap menghadapi tantangan, tentunya sebagai mahasiswa harus banyak belajar, sehingga kedepan mampu bersaing dengan baik,” pesan Dosen Hubungan Internasional FISIP Uncen ini.

 

Diskusi berjalan alot dan tertib dengan arahan moderator, Saneraro Wamaer, sehingga jalannya diskusi berlangsung tertib dan banyak pertanyaan disampaikan dengan baik, serta dihadiri selain dari mahasiswa dan pemuda,  juga hadir Kapolsek Abepura, Kompol Arnolis Korowa serta undangan berbagai organisasi kepemudaan di Kota Jayapura.

Diskusi ditutup dengan Sambutan dari Ketua Panitia HUT RI ke – 71, Ralf Revassy,  dengan mengajak semua yang hadir untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta berharap untuk  kita belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan MEA dan kawasan Pasifik Selatan. (Dhoto)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...