SM Mamberamo Foja Diusulkan Jadi Taman Nasional

Direktur Eksekutif YALI Papua, Bastian Wamafma (kanan) dan Koordinator Proyek YALI Papua di Mamberamo Raya, Yoseph Watopa (krii). (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Direktur Eksekutif YALI Papua, Bastian Wamafma (kanan) dan Koordinator Proyek YALI Papua di Mamberamo Raya, Yoseph Watopa (krii). (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LP)Status wilayah Mamberamo Foja dengan luas mencapai 2. 018.00 ha (hektar) sebagai kawasan Suaka Margasatwa (SM), membuat harus dirubah menjadi kawasan Taman Nasional, akibat adanya aktivitas masuk keluar tanpa ada pengelolaan dalam kawasan tersebut.
Demikian yang terungkap dalam tujuan Diskusi Terbatas tentang Rencana Usulan Perubahan Status Kawasan Suaka Margasatwa Mamberamo Foja menjadi Taman Nasional, yang diselenggarakan Yayasan Lingkungan Hidup (YALI) Papua bersama Balai Besar KonservaSI Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua, di Grand Abe Hotel, Selasa (9/8).
Direktur Eksekutif YALI Papua, Bastian Wamafma, SE, mengatakan, bahwa kawasan Mamberamo Foja adalah kawasan yang cukup luas, sementara tidak ada pengelolaan dalam kawasan ini , akan tetapi banyak aktivitas yang masuk dalam kawasan ini.
“Sebab itu, kami berpikir untuk dirubah kawasan ini sehingga padpa zona tertentu ada yang bisa dimanfaatkaan untuk pemanfaatan sumber daya alam,” ujar Direktur Eksekutif YALI Papua, Bastian Wamafma, kepada media usai kegiatan diskusi terbatas.
Dijelaskan, dengan perubahan yang menjadi usulan ini dan tujuan dari diskusi adalah ada zona lain yang bisa dimanfaatkan untuk keburuhan hidup manusia, sehingga kegiatan ini jelas untuk usulaan perubahan status Suaka Margasatwa menjadi Taman Nasional.
“Secara aaturan ini masih daam tahapan usulan dan membutuhkan waktu unutuk mencapai Taman Nasional, sebab prosesnya kini melewati 11 kabupaten.
“Tahapan baru pada pengusulan dan mendapat usukan dari masyarakat dan kini sudah ada rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya ke Gubernur Papua, akan tetapi hingga kini belum ada respon rekomendasi dari Gubernur, sehingga usulan ini bisa sampai kementerian kehutanan.
Disampaikan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan presentasi, akan tetapi ada pembalakan liar dalam status suaka margasatwa dan ini secara aturan tidak boleh.

“Seharusnya secara hukum bisa ditangkap, akan tetapi dalam kawasan ini ada masyarakat Sarmi dan Mamberamo yang sudah sejak lama, sehingga jelas kita memerlukan perubahan statusnya,” katanya.

Direktur Eksekutif YALI Papua, Bastian Wamafma dan Koordinator Proyek YALI Papua di Mamberamo Raya, Yoseph Watopa (4)
Sementara itu, Koordinator Proyek YALI Papua di Mamberamo, Yoseph Watopa, SE, M.Ling., menuturkan bahwa untuk luas SM Mamberamo Foja mencapai 2. 018.00 ha (hektar), dengan SK Menteri Pertanian Nomor 782/Kpts/UM/10/1982 tanggal 21 Oktober 1982.
“Wilayah ini mengalami dinamika perubahan seiringnya lajunya pembangunan diberbagai bida g dan menutut perubahan di dalam kawasan konservasi, yang mana dilalui kini oleh 11 Kabupaten, yakni Mamberamo Raya, Puncak Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yaliomo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Jayapura, Keerom, Sarmi dan Kabupaten Puncak,” ungkapnya. (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...