Thomas Ondy Maju Bupati Jayapura Sebagai Hak Politik

Category: Lintas Papua 13 0
Suasana di Jalan Raya Sentani menyambut Deklarasi Pemuda Nusantara Mendukung Thomas Ondy Maju Bupati Jayapura, Sabtu (6/8/2016) (LintasPapua.com)
Suasana di Jalan Raya Sentani menyambut Deklarasi Pemuda Nusantara Mendukung Thomas Ondy Maju Bupati Jayapura, Sabtu (6/8/2016) (LintasPapua.com)

JAYAPURA  (LP)  – Forum Anak Biak Bersatu (FABB)  yang tergabung dari beberapa elemen seperti Parlemen Anak Kepualauan Cenderawasih, Biak Timur Foundation menilai  keikutsertaan Thomas Ondy yang memutuskan maju dalam pilkada Kabupaten Jayapura merupakan hak politik setiap warga negara.

Hal ini disampaikan  FABB, setela mencermati dinamika politik akhir-akhir ini yang mana Bupati Kabupaten Biak Numfor, Thomas AE Ondy,SE,MM memutuskan maju dalam Pilkada Kabupaten Jayapura sebagai Bakal Calon Bupati menuai berbagai tanggapan.

“Akan tetapi hal ini juga merupakan ketidakmampuan Thomas Ondy dalam menuntaskan masa jabatan sebagai bupati Biak Numfor yang masih menyisahkan 2 tahun kepemimpinan,” ujar Koordinator FABB, Pastaf Mario dalam release yang diterima, Minggu (7/8).

Dikatakan,  kalau dibilang kaka Thomas pulang kampung, kami katakan kalau mau pulang silahkan, karena filosofi orang Papua adalah membangun dengan hati bukan secara nomaden  atau berpindah-pindah dan menghianati kepercayaan masyarakat Biak.

Dikatakan, sah-sah orang yang sudah lama merantau dan meraih sukses di derah lain, akhirnya diminta oleh sekelompok pemuda yang menamakan diri pemuda nusantara untuk pulang ke bumi Kenambay Umbay.

Baca Juga :  Sesuai Amanat Otsus, Pemprov Papua Barat Didorong Bentuk Perwakilan Komnas HAM

“Dulu sekelompok orang minta kepada Barnabas Suebu, untuk pulang kampung dan menang dalam Pilgub 2006, namun kita tahu Kaka Bas tidak mampu membangun Papua karena konsep berpikir terlalu tinggi, kita muncul lagi harapan untuk Thomas Ondy,  kita tidak ingin banyak berspekulasi dalam hal ini, tetapi kita harapkan agar yang bersangkutan mempertanggungjawabkan program pembangunan di Biak,”katanya.

“Akan menjadi sejarah baru di Biak dalam 5 tahun terakhir ada pelantikan 3 bupati, ini luar biasa dan buang-buang energi ibaratnya main petak kumpet, setelah Yesaya Sombuk, ada Thomas Ondy, dan jika Thomas mundur maka Hery Nap jadi bupati, ini bisa menjadi sejarah dunia,” lanjutnya.

Terkait  Thomas Ondy untuk pulang kampung, menurut Mario, FABB menilai tidak ada hal yang luar biasa, namun harus diingat persaingan ketat di pilkada Kabupaten Jayapura.

“Puji Tuhan, kalau Thomas mundur dari bupati, berarti orang asli Biak bisa kembali mengambil hak yang direbut, kita harapkan tidak ada lagi perpecahan, sebagai tempat pertama terang injil di Papua, sudah seharusnya pembangunan di Biak Numfor bisa menjadi lebih baik dari saat ini,” katanya. (***)

Baca Juga :  Regulasi Terkait Peran Sentra Gakkumdu Perlu Dievaluasi

Related Articles