SRP Budaya Mee Aksi Damai Tolak Miras di Dogiyai

Category: Lintas Papua 18 0
Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee (SRPBM) Kabupaten Dogiyai mengelar aksi demo damai (LintasPapua.com)
Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee (SRPBM) Kabupaten Dogiyai mengelar aksi demo damai (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  – Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee  (SRPBM)  Kabupaten Dogiyai mengelar aksi demo damai dan mendesak Pemerintah Kabupaten Dogiyai, agar melarang peredaran minuman keras di daerah ini, akhirnya diterima legislatif setempat untuk disikapi bersama.

 

Hal ini disampaikan dalam aksi demo damai dan tututan yang disampaikan di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Dogiyai, Rabu (3/8), sekaligus menegaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh Peraturan Daerah Propinsi Papua Nomor 15 Tahun 2013, terkait  Fakta Integritas Gubernur dan Instruksi Gubernur tentang melarang produksi, distribusi dan komsumsi Miras beralkohol dan Minuman Lokal.

 

“Kami Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai segara merancang, menyusun dan menetapkan Peraturan Daerah tentang Produksi, Distribusi dan Komsumsi Minuman Keras di Kabupaten Dogiyai serta membatasi transmigrasi liar ke Kabupaten Dogiyai,” ujar Ketua  Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee  (SRPBM), Benediktus Goo, saat aksi demo di Dogiyai, Rabu (3/8).

 

Pihaknya meminta,  kepada Pemerintah Daerah agar tidak memberikan atau mengeluarkan Surat Ijin Usaha tentang Minuman Keras beralkohol serta tempat termpat hiburan seperti Biliard, Toto Gelap, Bar, Diskotik di Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Sita 24 Bir SP PNG Tanpa Dokumen

 

“Pemerintah Daerah harus segera memeriksa Kios dan Tokoh yang menjual Minuman Keras Beralkohol serta barang barang kadaluarsa serta sweeping dan sidak KTP di setiap rumah,” pesannya

 

Situasi saat membacakan tuntutan aksi kepada dewan (LintasPapua.com)
Situasi saat membacakan tuntutan aksi kepada dewan (LintasPapua.com)

Lebih lanjut, ditambahkan,  pihaknya meminta  Pemerintah Daerah segera memproteksi atau meneliti sumber, kandungan dan Keabsahan/keaslian Minuman Keras Alkohol yang para korban pernah minum itu ke Laboratorium.

 

“Kami meminta kepada segera usut tuntas penjual minuman keras tersebut bila terbukti penjualnya terindikasi niat jahat maka segera penjarakan seumur hidup, termasuk  berikan sanksi  Produser, Distributor dan Konsumen Miras beralkohol.” Pintanya.

 

 

Sementara itu, Sekretaris SRPBM, Agustinus Tebai  menuturkan, pihaknya menutut  kepada seluruh Kepala dan Sekretaris Kampung di Kabupaten Dogiyai, agar segera Merancang, Menyusun dan Mengawasi Peraturan Kampung di Seluruh Wilayah Dogiyai.

 

“Kami meminta kepada seluruh pemuda Dogiyai agar segera berhenti mengkomsumsi Minuman Keras Beralkohol di Kabupaten Dogiyai dan kepada seluruh masyarakat Dogiyai untuk tidak transaksi penjualan tanah kepada para transmigrasi tanah,” tegasnya.

 

Aksi Demontrasi Damai,  Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee di Dogiyai telah start dari Pasar baru Tokapo melakukan Longmarch ke Kantor DPRD Dogiyai pada Pukul 10:00 WPB hingga tiba di DPRD Dogiyai pada puku 11:00 Waktu Papua.

Baca Juga :  TK Kemala Bhayangkari Jayawijaya Luluskan 52 Siswa

 

Massa aksi diterima oleh dua Orang Anggota DPRD yakni: Elias Anouw, S.IP Selaku Ketua Komisi A dan Abner Boma Selaku Anggota.

 

Tanggapan dari Anggota DPRD bahwa pertama Permintaan maaf karena Pejabat semua tidak ada di Dogiyai tanpa keterangan yang jelas, kedua pihaknya siap menfasilitasi anggota DPRD lainnya dan Pejabat Esekutif yang lain untuk ikut dalam Dialog Miras pada tanggal 08 Agustus 2016.

 

Disamping itu Kapolsek Moanemani E. Ethraru menyatakan di sela sela demo pihaknya siap mengusir Warga Pendatang yang Menjual Miras Tanpa Ijin Usaha dan Indikasi tertentu itu terbukti.    (Eveerth Joumilena)

Related Articles