Mahasiswa Papua di Jogja Perlu Jaminan Hukum

Category: Lintas Papua, POLHUKAM 12 0

JAYAPURA (LP)  –  Demikian permintaan dari Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Keadilan  (SMPPK) menyikapi kasus mahasiswa di Jogjakarta, walaupun mungkin telah terjadi beberapa waktru lalu, namun sikap ini sebagai ketegasan gabungan pimpinan mahasiswa di berbagai Universitas Negri dan Swasta yang ada di Kota Jayapura, Kamis (4/8).

 

Ketua Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Keadilan  (SMPPK), Doni Gobay mengatakan, meminta kepada Gubernur Papua, Bupati/Wali Kota Se tanah Papua, MRP, DPRP, dan DAD untuk segera melakukan langkah jaminan hukum dan perlindungan terhadap mahasiswa asli Papua yang menuntut ilmu diluar Papua.
“Kami (SMPPK) meminta kepada Kapolda DIY untuk segera menindak tegas terhadap ormar-ormas rasioner yang telah melakukan rasisme dengan melontarkan kata-kata rasis terhadap mahasiswa asli Papua di Jogja 14-15 Juli 2016 lalu,” ujar Doni Gobay, yang didampingi Ketua BEM USTJ, Nelius Wenda, Ketua BEM STIH Umel-Mandiri, Steve R.E.Mara, di Hotel Grand Abe, Rabu (3/8).

Dikatakan,  pihaknya meminta  agar ormas-ormas rasioner meminta maaf secara terbuka lewat lisan maupun tulisan kepada mahasiswa asli Papua di asrama Kamasan 1 Jogja.

Baca Juga :  Gelar Pleno, Ditemukan Satu Saksi Bekerja di Dua Paslon

Sementara itu, Ketua BEM UOGP, Saniyus Sibetay menuturkanm bahwa sikap mereka terhadap kasus yang menimpa sesama mahasiwa asli Papua yang menuntut ilmu di Jogja, diantaranya meminta kepada Gubernur daerah istimewa Yogjakarta (Sultan Hamengku Buwono X) untuk mencabut stigma “separatisme” bagi mahasiswa asli Papua yang sedang menempuh pendidikan
di Jogja.

“Kami   siap menerima saudara-saudara kami (mahasiswa asli papua) untuk kembali ke Papua, ketika terjadi exsodus besar-besaran tuk mereka pulang kembali ke Papua,” katanya. (Eveerth Joumilena)

Related Articles