Gubernur Minta Mahasiswa Papua di Yogyakarta Jauhi Miras

Category: Lintas Papua 5 0
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. (tabloidjubi.com)
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. (tabloidjubi.com)

YOGYAKARTA (LP)  –  Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., menasihati mahasiswa Papua untuk lebih fokus pada tujuan mereka, yaitu belajar, sekaligus  meminta para mahasiswa menjauhi minuman keras selama di Yogyakarta.

Hal ini disampaikan, saat bersama para bupati menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/8/2016).

Salah satu agenda Lukas dan rombongan untuk menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, membahas unjuk rasa anarkis beberapa waktu lalu yang dilakukan para mahasiswa asal Papua.

Lukas sudah menasihati mahasiswa Papua untuk lebih fokus pada tujuan mereka, yaitu belajar. Ia meminta para mahasiswa menjauhi minuman keras selama di Yogyakarta.

“Saya minta semua mahasiswa di Jogja supaya menjauhi miras dan narkoba. Kita di Papua sudah melarang itu,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe,  saat berbicara dalam acara diskusi kelompok terarah atau focus group discussion bertema Strategi Alternatif Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat di UGM, Yogyakarta, Rabu (3/8/2016).

Dia melihat masih banyak mahasiswa mengkonsumsi minuman keras. Kebiasaan buruk ini harus ditinggalkan para mahasiswa yang sudah jauh-jauh datang dari Papua ke Yogyakarta untuk belajar.

Baca Juga :  Ribuan Massa Antar Pasangan Tabuni – Gwijangge Daftar ke KPUD Nduga

“Di seluruh indonesia tidak seorangpun menghambat kalian, tapi kalian harus menyesuaikan diri,” kata Lukas mengulangi nasihatnya, sebagaimana dikutip dari link http://www.tribunnews.com/regional/2016/08/03/gubernur-lukas-minta-mahasiswa-papua-di-yogyakarta-jauhi-minuman-keras?page=2

Mengenai jaminan keamanan yang diminta para mahsiswa, Lukas sudah mendiskusikannya dengan Gubernur DIY dan menyatakan keamanan mereka tetap terjamin.

Sementara terkait aksi demonstrasi mahasiswa, menurut dia boleh saja menyampaikan pendapat asal tidak mengganggu kenyamanan dan kepentingan umum.

“Saya sudah kasih tahu mahasiswa, kalian kalau mau demo cukup di (asrama mahasiswa) Kamasan. Tapi jangan coba-coba keluar dari Kamasan karena itu mengganggu ketertiban umum. Saya kasih tahu mereka, kalian harus berubah,” imbuh Lukas.

Dia menambahkan banyak orang-orang penting di Papua mendapatkan pendidikan di Yogyakarta termasuk di UGM yang berlokasi di Bulak Sumur. (tribunnews.com)

Related Articles