Dinkes Papua Siap Bentuk Satgas Vaksin Palsu

Category: Kesehatan, Lintas Papua 0 0
Dinas Kesehatan bersama UP2KP saat berikan keterangan pers (LintasPapua.com)
Dinas Kesehatan bersama UP2KP saat berikan keterangan pers (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengatakan pihaknya akan membentuk Satgas Vaksin Palsu di Papua, sebagaimana perintah langsung Mentri Kesehatan, yang di Fasilitasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Pada 26 Juli lalu kita Kepala Dinas seluruh Indonesia bersama seluruh wakil organisasi profesin dan lembaga- lembaga kesehatan, telah melakukan pertemuan dengan mentri kesehatan, terkait penanganan dan penindakan vaksin palsu, yang saat ini rame dimedia masa,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada media di Kantor Dinas Kesehatan di Kotaraja, Jumat (29/7).

Dikatakan, rencananya Satgas Vaksin Palsu Provinsi  Papua baru akan dibentuk pada bulan Agustus mendatang, yang terdiri dari seluruh  lembaga kesehatan, dan lembaga pendidikan kesehatan, pengawas obat dan  termasuk distributor obat dan pihak Kepolisian.

“Satgas ini akan melibatkan dinas kesehatan sebagai fasilitator, Balai POM, litbang, IDI, dan lainnya, juga akan melibatkan distributor – distributor Resmi, APL dan Bio Farma dan pihak Kepolisian. Untuk Satgas ini nanti juga akan mendapatkan SK Gubernur,” ungkapnya.

Baca Juga :  OASE dan TNI Bedah 10 Rumah Warga Kampung Lepro Merauke

Tugas Satgas terpadu tersebut, nantinya selain mengidentivikasi adanya vaksin palsu, juga melakukan pemeriksaan bahan/ specimen vaksin palsu yang pernah digunakan, selanjutnya melakukan imunisasi ulang jika terdapat bayi, balita dan anak yang terkonfirmasi mendapatakan vaksin palsu.

Dirinya berharap, setelah dibentuk bisa dilakukan sharing dana dari satu kerja yang dilibatkan dan bisa disinergitas dan dilakukan kerjasama dengan lima wilayah adat yang ada.

“Jadi kami akan lakukan pengawasan dan pengendalian hingga kaampung – kampung dan pedalaman,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Prov Papua, Silwanus Sumule.Spog., menuturkan, Setelah terbentuknya Satuan Tugas Penanggulangan Vaksin Palsu Provinsi Papua, selanjutnya akan melakukan  langkah identifikasi dan verifikasi tentang ada tidaknya vaksi palsu yang beredar atau dimanfaatkan diwilayah kerjanya.

“Jika masyarakat menemukan ada vaksin palsu yang beredar, maka harus melakukan konfirmasi dan analisis data dan kita siap melakukan imunisasi ulang terhadap bayi atau balita yang terkonfirmasi pernah mendapatkan vaksi palsu,” katanya. (EJ)

Sementara itu, Kepala Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Agus Raprap menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan fungsinya mengawasi semua pelaksanaan dan siap dalam membantu pembentukan satgas vaksin palsu.

Baca Juga :  Partai HANURA Papua Siap Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

“Kami punya tugas adalah pengawasan dan dari dana bidang kesehatan yang  turun tetap kami awasi, termasuk untuk pembentukan satga kita akan awasi bersama,” katanya. (***)

Related Articles